ALVIN ARIFIN
Search for:
Inspirasi Kopi

Pernahkah anda menyelesaikan pekerjaan atau bahkan mencari inspirasi dengan secangkir kopi? Menyelesaikan permasalahan apapun serta dimanapun berada yang terpenting bersama khas aroma dan secangkir kopi. Ketika anda menemukan inspirasi bersama dengan kopi itulah inspirasi kopi. Sebaliknya ketika kopi itu menjadi inspirasi anda maka itulah kopi inspirasi.

Ketika permasalahan tak bisa diselesaikan di tempat kerja, mungkin warung kopi menjadi solusi. Ketika Pegadaian memiliki tagline menyelesaikan masalah tanpa masalah, maka tagline yang pas untuk warung kopi adalah menyelesaikan masalah dengan secangkir kopi. Andai permasalahan belum terpecahkan, mungkin kopi anda kurang pahit. Karena hakikatnya rasa kopi adalah pahit.

Ketika kopi terlalu banyak racikan gula maka akan berkurang aroma khas kopi, berganti aroma gula yang kurang tepat. Gula hanya sebatas pemanis minoritas bukan bahan dominan dalam secangkir kopi pekat. Tak perlu dominan yang penting ada rasa manis sekelebat. Ketika kombinasi tepat maka akan tercipta secangkir kopi yang nikmat.

Kopi terbaik adalah kopi hasil racikan bukan kopi instan. Karena segala kenikmatan adalah melalui sebuah proses yang tak instan. Begitupun keberhasilan dan kesuksesan akan terasa manisnya ketika melalui proses berkesinambungan. Oleh sebab itu kopi tak perlu terlalu manis karena ketika prosesnya sudah dilalui, maka akan terasa manis kemudian.

Menjadi hal kaprah ketika seorang teman mengajak nongkrong dengan istilah “ngopi”, padahal yang dibeli bukan kopi. Menjadi hal kaprah ketika orang mengantuk yang lazimnya kurang tidur malah disebut kurang ngopi. Menjadi hal kaprah ketika kopi menjadi sebab orang bersosialisasi dan menemukan inspirasi. Menjadi hal kaprah ketika menjadikan kopi teman berpikir di malam hari.

Inspirasi tercipta dari proses pemikiran bahkan perenungan. Inspirasi tak hanya dari diri sendiri tetapi dapat melalui perantara orang lain. Sosok orang yang menjadi inspirasi tentunya dalam hal kebaikan bukan hal keburukan. Hal baik menjadi inspirasi serta percontohan dan yang buruk cukup sebatas pelajaran.

Gradasi Pemikiran

Globalisasi membuat kemajuan dalam aspek teknologi serta pemikiran. Peralihan dari tradisional ke dalam tataran modernitas. Tidak serta merta kemajuan serta peralihan ini dapat diterima oleh sebagian orang. Dalam beberapa hal memang tak semua hal yang modern dapat menggantikan sesuatu yang tradisional. Setidaknya, tak perlu tutup mata dalam menerima kemajuan zaman.

Memasuki zaman modern saat ini tentunya harus dihadapi dengan optimisme. Tidak hanya dari dampak globalisasi yang mempengaruhi penerapan teknologi tetapi juga dari segi pemikiran. Tanpa harus menghilangkan segala pemikiran tradisional tetapi harus disertai penambahan pengetahuan. Jangan sampai di era modern justru masuk ke dalam tataran individu ketinggalan zaman.

tidak semua yang tradisional itu ketinggalan zaman

Terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan sesuatu yang tradisional tetap digunakan meskipun telah masuk zaman modern. Salah satu sebabnya adalah ketika segala sesuatu yang modern tidak mampu mengakomodir hal tradisional tersebut. Mempertimbangkan hal tersebut, tidak boleh ada penghakiman negatif untuk itu.

Manusia memiliki cara pandang yang berbeda-beda. Mustahil semua manusia memiliki pemikiran sentral. Setiap pemikiran harus dibatasi oleh moral berpikir. Jangan jadikan kebebasan berpikir membuat sesorang mengeksplor imajinasinya untuk sesuatu yang negatif. Setiap orang harus mampu mengkontrol pikirannya, jangan sebaliknya. Pemikiran yang salah akan menjadikan perbuatan pun salah.

jangan sampai kemajuan zaman saat ini justru terjadi degradasi pemikiran

Kebebasan berpikir menjadikan manusia dapat mengeksplor segala macam hal kedalam pikirannya. Cara pandang berbeda masing-masing individu membuat menafsiran pun juga berbeda. Cara pandang berbeda jangan sampai dijadikan alasan untuk membenarkan pemikiran yang salah. Cara berpikir sehat yang seharusnya dilakukan agar tidak timbul hal yang melenceng dari semestinya.

Keterbukaan teknologi informasi menambah khazanah pemikiran dengan berbagai aspek pengetahuan. Luasnya samudera keilmuan zaman ini jangan sampai mempersempit pemikiran. Selama kebenaran itu masih relatif, tentu jangan sampai ada fanatisme buta dengan menyempitkan pikiran. Pemikiran yang positif menciptakan perbuatan positif.

selalu berpikir positif

Kegilaan dibalik Kegagalan

Sebagian besar orang tentunya mengharapkan keberhasilan dalam setiap hidupnya. Tapi sadarkah kiranya bahwasanya secara realistis manusia tak kan luput dari yang namanya kegagalan. Jangan pandang kegagalan sebagai kesialan apalagi bencana dalam hidup. Terdapat hikmah dalam setiap kegagalan. Mungkin, perlu adanya cara yang berbeda guna berhasil. Semakin banyak mencoba semakin muncullah ide kreatif. Jangan batasi kreatifitas dengan sikap pesimistis yang tak logis.

“berpikir logis dalam setiap berkarya tanpa mengesampingkan optimisme keberhasilan”

Bagi orang yang memiliki jiwa pantang menyerah tentunya kegagalan bukan merupakan bencana, tetapi merupakan pemicu untuk semakin berkarya. Hilangnya semangat berkarya merupakan bencana yang tanpa disadari akan muncul ketika seseorang sudah mulai putus asa. Ingat! Putus asa merupakan sikap orang yang tidak ingin kembali mencoba. Terulangnya kegagalan ketika apa yang dilakukan tetap masih menggunakan cara yang sama. Gunakan cara atau sesuatu yang berbeda dan teruslah mencoba sampai orang sudah menganggap apa yang dilakukan “gila”.

Ketika orang mencoba tanpa menyerah melakukan sesuatu dalam hidupnya bisa jadi orang tersebut merupakan orang “gila”. Gila dalam artian konotatif. Kegilaan dikala seseorang mencoba sampai titik darah penghabisan. Tidaklah kesuksesan itu merupakan hasil dari kerja keras. Perspektif seseorang menyaksikan suatu perjuangan yang dianggapnya mustahil sampai dia benar-benar berhasil. Itulah yang disebut kegilaan.

Mencari Eksistensi Buta

Eksistensi sebenarnya merupakan cerminan keberadaan manusia yang diakui. Ketika ada eksistensi yang tak diakui, tentunya orang akan mencari cara memunculkan eksistensinya. Cara yang dibuat-pun beragam. Ketika anak kecil merengek-rengek itu tandanya si anak mencari perhatian. Ada eksistensi yang dibuat dengan prestasi, tapi ada pula yang menggunakan cara-cara yang tak elok. Mungkin ketika orang belum dewasa, cara-cara tak elok dapat dibenarkan. Tetapi untuk orang dewasa yang tidak memiliki jiwa kekanak-kanakan tentunya hal ini menjadi tabu.

Eksistensi buta ketika membenarkan segala cara dalam memunculkan eksistensi. Berjoget di tengah jalan, teriak-teriak di atas atap, mungkin akan memunculkan label “gila”. Tak hanya eksistensi “gila” tetapi eksistensi negatif pun akan kerap dilakukan ketika prestasi tak dapat dikejar, maka cara tersebut menjadi jalan. Ketika telah memilih jalan apapun, maka “label” pun siap melekat. Label yang tak memiliki makna khiasan, melainkan arti yang sebenarnya itulah yang perlu dihindari.

“eksistensi tanpa arogansi, kritis harus logis, idealis jangan egois”

Banyak cara melakukan sesuatu yang positif. Jernihkan pikiran tanpa ego. Lakukan perbuatan dengan akal sehat. Rasionalisasi dari eksistensi muncul melalui pikiran jernih yang disertai akal sehat. Ego merupakan sesuatu yang keras dan dapat memunculkan eksistensi buta, karena akal dan pikiran sudah tertutupi olehnya sehingga mengenyampingkan sesuatu yang rasional. Oleh sebab itu perlunya mengatur ego kita untuk sesuatu yang positif. Manusia sebagai makhluk pemilik akal sebaiknya mengelolanya dengan baik, jangan sampai dikalahkan oleh ego yang tak rasional.

“selagi kita ini masih belum hidup di goa, sayangilah sesama jangan cari masalah”

Mati COVID atau Mati Lapar?

Pandemi COVID-19 membuat segala tatanan kehidupan manusia berubah drastis. Segala aktivitas dibatasi, menimbulkan dampak tidak menyenangkan bagi kehidupan masyarakat. Pembatasan aktivitas ini berakibat pada pertumbuhan ekonomi melambat, sirkulasi bisnis juga tersendat.  Hal ini perlu adanya jalan keluar yang memberikan solusi yang pragmatis, bukan malah menambah masalah. Permasalahan kali ini menimbulkan stigma yang paradoks yaitu “mati karena COVID atau mati karena kelaparan”. Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan bulanan mungkin hal ini bukan menjadi masalah yang serius. Tetapi, untuk masyarakat yang memiliki penghasilan harian, misal dari hasil berwirausaha dan sebagainya, hal ini menjadi masalah serius.

Bekerja dari rumah (work from home) mungkin menjadi solusi untuk menekan penyebaran COVID-19, tapi tidak menjadi solusi menghentikannya. Tetapi hal ini mungkin berlaku hanya untuk para pegawai ataupun karyawan yang memiliki penghasilan tetap. Bagi masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap, hal ini menjadi sesuatu yang dilematis. Rata-rata bagi mereka yang tingkat perekonomiannya menengah ke bawah hal ini merupakan “bencana”. Tidak mungkin petani mengairi sawahnya dari rumah, dan tak mungkin pula pemandu wisata memandu tempat wisata dikala tidak ada yang berwisata.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah pernah dijalankan oleh masyarakat. Hal ini mungkin menjadi cara yang dilakukan pemerintah selain gencarnya vaksinasi yang di lakukan pemerintah. Vaksinasi yang belum merata akibat ketersediaan vaksin yang masih datang bertahap, membuat pembatasan aktivitas masyarakat menjadi cara yang digunakan dalam menekan penyebaran pandemi ini. Apabila vaksinasi sudah merata, disertai dengan terciptanya kekebalan komunal, maka kehidupan masyarakat sedikit banyak akan kembali seperti semula.

Diperlukan kesabaran masyarakat dengan selalu menjaga protokol kesehatan agar secepat mungkin kembali ke kehidupan semula. Berpikirlah positif karena terjadinya pandemi ini tentunya tidak ada yang menginginkannya. Yakinlah bahwasanya Tuhan Allah SWT beserta orang-orang yang sabar. Semoga Allah SWT Merahmati dan Menjaga kita semua dan pandemi ini segera berakhir. Aamiin

Human Resource Management

Human Resource Management (HRM) – Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan ilmu atau seni dalam mengelola sumber daya manusia yang ada dalam suatu organisasi agar berjalan sesuai dengan tujuan organisasi. Sumber daya manusia yang dimaksud adalah sekumpulan individu-individu yang ada dalam organisasi. Setiap organisasi baik organisasi profit dan nonprofit tentunya ingin mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Tanpa adanya pengelolaan sumber daya manusia yang baik tentunya hal tersebut bakal sulit tercapai.

Manajemen Sumber Daya Manusia dimulai dari proses perencanaan sampai dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Perencanaan yang baik dapat menjadikan organisasi berjalan sesuai dengan alur. Apabila perencanaannya buruk tentunya akan memperlambat lajur organisasi. Oleh sebab itu penting dalam mempelajari manajemen sumber daya manusia.

Analisis dan Perancangan Pekerjaan
Pendahuluan
            Adanya analisis pekerjaan sangan berguna dalam merancang fleksibilitas pekerjaan dalam beradaptasi dengan iklim persaingan global yang sewaktu-waktu berubah. Dalam perkembangannya setiap perusahaan atau organisasi hendaknya mengkaji serta mengatur rencana kerja baru. Hal ini dimaksudkan agar setiap pekerja sewaktu-waktu dapat siap apabila mendapat pekerjaan serta tantangan baru.
Analisis pekerjaan menekankan studi pekerjaan yang ada dalam rangka untuk membuat keputusan seperti seleksi karyawan, pelatihan, dan kompensasi. Dengan kata lain analisis pekerjaan adalah menetapkan tugas serta tanggung jawab pekerjaan kepada orang yang tepat. “The right man in the right place”
Elemen-elemen dalam menganalisis alur kerja
Keputusan tentang pekerjaan berlangsung dalam konteks organisasi secara keseluruhan alur kerja. Melalui proses desain alur kerja, manajer menganalisis tugas yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa. Dengan informasi ini, mereka menetapkan tugas-tugas ini untuk pekerjaan dan posisi tertentu.
Untuk setiap jenis pekerjaan, seperti memproduksi lini produk atau menyediakan layanan dukungan (akuntansi, dukungan hukum, dan sebagainya), analisis mengidentifikasi output dari proses, kegiatan yang terlibat, dan tiga kategori input: input mentah (bahan dan informasi), peralatan, dan sumber daya manusia.
 

 

  Gambar 1. Elemen dalam analisis alur kerja
Output adalah produk dari setiap unit kerja, apakah departemen, tim, atau individu. Output dapat sebagai mudah diidentifikasi sebagai pesanan pembelian selesai, sebuah pekerjaan
Sedangkan desain pekerjaan digunakan untuk merancang setiap tugas dan tanggung jawab pekerjaan agar menjadi efisien. Dengan kalimat sederhana “desain pekerjaan untuk merancang efisiensi kerja”. Tujuan desain pekerjaan dapat dijabarkan menjadi beberapa poin sebagai berikut:
1.      Efisiensi kerja
2.      Biaya rendah dengan output lebih besar
3.      Mengurangi kelelahan pekerja
Unsur-unsur dari analisis pekerjaan
Ada unsur penting dalam analisis pekerjaan diantaranya adalah:
1.      Deskripsi Pekerjaan (Job Descriptions)
Sebuah bagian penting dari analisis pekerjaan adalah penciptaan deskripsi pekerjaan. Sebuah deskripsi pekerjaan adalah daftar tugas-tugasvdan tanggung jawab yang harus dilakukan karyawan.
2.      Spesifikasi Pekerjaan (Job Spesifications)
Apabila deskripsi pekerjaan berfokus pada kegiatan yang terlibat dalam melaksanakan pekerjaan, spesifikasi pekerjaan terlihat pada kualitas atau persyaratan yang harus dimiliki orang yang akan melakukan pekerjaan tersebut. Misalnya adalah pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan karakteristik lainnya
Dengan adanya deskripsi pekerjaan (job descriptions) dan spesifikasi pekerjaan (job spesifications), setiap karyawan akan mengetahui apa pekerjaannya dan apa yang harus dikerjakannya sesuai dengan spesifikasi atau kemampuan serta keterampilan karyawan. Sehingga efektif dan tepat sasaran.
Mendapatkan  informasi untuk analisis pekerjaan
Informasi untuk menganalisis pekerjaan yang ada sering didapat dari beberapa cara diantaranya:
1.      Position Analysis Questionnaire (PAQ)
Sebuah pekerjaan standar analisis kuesioner mengandung 194 pertanyaan tentang perilaku kerja, kerja kondisi , dan pekerjaan karakteristik yang berlaku untuk berbagai dari pekerjaan .
PAQ terdiri dari 6 (enam) aspek yaitu:
 
  • Memasukkan Informasi: Dimana dan bagaimana seorang pekerja mendapat informasi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan.
  • Proses Mental: Alasan, pengambilan keputusan, perencanaan, dan pengolahan kegian informasi yang terlibat dalam melakukan pekerjaan.
  •  Output Kerja: Kegiatan fisik, alat-alat, dan perangkat yang digunakan oleh pekerja untuk melakukan pekerjaan.
  • Hubungan dengan orang lain -The hubungan dengan orang lain yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan.
  • Konteks Kerja: Konteks fisik dan sosial di mana pekerjaan dilakukan.
  • Karakteristik lainnya -Kegiatan, kondisi, dan karakteristik lain dari yang sebelumnya dijelaskan yang relevan dengan pekerjaan.

2.      Fleishman Job Analysis System
Untuk mengumpulkan informasi tentang persyaratan pekerja, Fleishman Job Analysis System meminta ahli subjek materi (biasanya pekerja lama) untuk mengevaluasi pekerjaan dalam hal kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan itu.  Survei ini didasarkan pada 52 kategori kemampuan, mulai dari pemahaman tertulis terhadap penalaran deduktif, panduan ketangkasan, stamina, dan orisinalitas. Ketika survei telah selesai di semua 52 kategori, hasil memberikan gambar persyaratan kemampuan pekerjaan. Informasi tersebut sangat berguna untuk seleksi karyawan, pelatihan, dan pengembangan karir.
 
Tren terbaru dalam analisispekerjaan
      Dalam pembahasan sebelumnya analisis alur kerja, organisasi mulai mengakui pentingnya kebutuhan untuk menganalisis pekerjaan dalam konteks struktur organisasi dan strategi. Selain itu, organisasi yang mengakui bahwa hari ini tempat kerja harus beradaptasi dan terus-menerus berubah. Sehingga dibutuhkan penyesuaian untuk mencocokkan prefensi pribadi atau perubahan kondisi.
 
Rancangan pekerjaan yang efisien
 
                    Gambar 2. Pendekatan rancangan pekerjaan
Merancang pekerjaan sehingga dapat dilakukan secara efisien
Biasanya, menerapkan teknik industri untuk pekerjaan mengurangi kompleksitas pekerjaan, penyusunan begitu sederhana yang hampir semua orang dapat dilatih dengan cepat dan mudah untuk melakukan itu pekerjaan.
Sebagai contoh:
 
     Gambar 3. Contoh alur kerja yang efisien
Dari gambar di atas dapat kita lihat bagaimana alur kerja yang efektif. Proses yang dilakukan terpusat serta saling melengkapi satu sama lain. Unit dan individu harus bekerja sama guna menciptakan output yang diinginkan, sehingga dibutuhkan struktur organisasi agar proses yang dilakukan menjadi terpusat dan efisien.
Untuk mencapai output ada 6 (enam) proses yang harus dilakukan.
·         Proses 6 tidak akan berjalan sebelum melewati proses 4 dan 5.
·         Proses 5 tidak akan berjalan sebelum melewati proses 2 dan 3.
·         Proses 4 tidak  perlu melewati proses 2 dan 3 tetapi harus melewati proses 1.
Dari keterangan gambar di atas terlihat betapa sistematis dan efisiennya alur kerja sehingga sangat efisien. Kerjasama dan saling melengkapi untuk mencapai output. Dengan demikian kita mendapat gambaran betapa pentingnya alur kerja dalam organisasi.
 
Pendekatan untuk merancang suatu pekerjaan untuk membuatnya memotivasi
1.      Perluasan pekerjaan
  Ekstensi pekerjaan adalah pembesaran pekerjaan dengan menggabungkan beberapa pekerjaan yang relatif sederhana untuk membentuk pekerjaan dengan jangkauan yang lebih luas dari tugas.
    Rotasi pekerjaan tidak benar-benar mendesain ulang pekerjaan sendiri, tetapi bergerak karyawan di antara beberapa pekerjaan yang berbeda. Pendekatan ini untuk pembesaran pekerjaan adalah umum di antara tim produksi.
2.  Pengayaan pekerjaan, atau pemberdayaan pekerja dengan menambahkan lebih banyak pengambilan keputusan kewenangan untuk pekerjaan mereka.
3.  Kerjasama dapat memberikan pekerjaan karakteristik memotivasi seperti otonomi, berbagai keterampilan, dan identitas tugas.
4.      Jadwal kerja yang fleksibel salah satu cara di mana suatu organisasi dapat memberikan karyawan beberapa mengatakan dalam bagaimana pekerjaan mereka adalah terstruktur adalah untuk menawarkan jadwal kerja yang fleksibel tergantung pada persyaratan dan Pembagian kerja adalah pilihan kerja di mana dua karyawan paruh waktu melaksanakan tugas-tugas terkait dengan pekerjaan tunggal. Pengaturan tersebut dapat mengaktifkan organisasi untuk menarik atau mempertahankan karyawan yang merasa dihargai yang ingin lebih banyak waktu untuk menghadiri sekolah atau untuk merawat keluarga anggota.
Organisasi menerapkan ergonomi untuk desain pekerjaan yang aman
Ergonomi studi tentang hubungan fisiologi individu dan karakteristik dari lingkungan fisik pekerjaan. Tujuan dari ergonomi adalah untuk meminimalkan ketegangan fisik pada pekerja dengan penataan lingkungan kerja fisik di sekitar jalan tubuh manusia bekerja. Oleh karena itu ergonomi berfokus pada hasil seperti mengurangi kelelahan fisik, sakit dan nyeri, dan keluhan kesehatan. Penelitian ergonomis termasuk konteks di mana pekerjaan berlangsung, seperti pencahayaan, ruang, dan jam kerja. Desain pekerjaan ergonomis telah diterapkan dalam mendesain ulang peralatan serta digunakan dalam pekerjaan yang secara menuntut fisik. Desain ulang seperti ini sering ditujukan untuk mengurangi tuntutanfisik serta tuntutan pekerjaan tertentu sehingga siapa pun bisa melakukannya. Penerapannya adalah membuat lingkungan kerja seaman dan senyaman mungkin.
Organisasi dapat merencanakan tuntutan mental dari suatu pekerjaan
Selain mempekerjakan orang dengan mental yang tertentu keterampilan, organisasi dapat merancang pekerjaan sehingga mereka dapat secara akurat dan aman dilakukan mengingat cara otak memproses informasi. Umumnya, ini berarti mengurangi persyaratan pemrosesan informasi dari pekerjaan. Dalam pekerjaan sederhana, pekerja mungkin menjadi cenderung untuk membuat kesalahan atau kecelakaan. Tentu saja, pekerjaan sederhana juga mungkin kurang memotivasi.
Ada beberapa cara untuk menyederhanakan tuntutan mental pekerjaan itu. Salah satunya adalah untuk membatasi jumlah informasi dan hafalan yang menguras pikiran. Hal ini diakibatkan juga keterbatasan pikiran. Organisasi dapat juga memberikan pencahayaan yang memadai, mudah untuk memahami alat pengukur dan menampilkan, kemudahan mengoperasikan peralatan, dan instruksi yang jelas. Seringkali, karyawan mencoba untuk menyederhanakan beberapa tuntutan mental pekerjaan mereka sendiri dengan menciptakan checklist, grafik, atau alat bantu lainnya. Akhirnya, setiap pekerjaan memerlukan beberapa derajat berpikir, mengingat, dan memperhatikan, sehingga untuk setiap pekerjaan, organisasi perlu mengevaluasi apakah karyawan mereka bisa menangani pekerjaan ini tuntutan mental
 
Referensi:  
Noe, Hollenbeck, Gerhart, & Wright. 2011. Fundamentals of Human Resources Management: Fourth Edition. New York: McGraw-Hill.
 
Download PDF

Investasi


Investasi merupakan tabungan yang nilainya akan atau diharapkan bertambah di masa depan. Investasi biasanya digunakan seseorang sebagai aset untuk masa depan. Investasi juga digunakan sebagai cadangan dana apabila seseorang membutuhkan dana yang tak terduga. Beberapa contoh investasi yang biasanya sering dilakukan seseorang adalah sebagai berikut.

1. Investasi Tanah
Tanah merupakan benda tak bergerak yang nilainya terus bertambah setiap waktunya. Investasi tanah memiliki resiko yang sangat kecil, hal ini karena tanah merupakan benda tidak bergerak yang tidak mungkin untuk dicuri. Karena nilainya yang setiap waktunya terus naik maka investasi tanah cocok digunakan sebagai tabungan aset di masa depan.
2. Investasi Emas
Emas merupakan logam yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Emas biasanya digunakan sebagai perhiasan. Walaupun tak sekonsisten tanah, karena harganya yang tak stabil bisa naik atau turun sesuai harga pasar global tetapi emas juga dapat dijadikan aset untuk masa depan. Resiko dari investasi ini seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah harganya yang tidak konsisten, kadang naik dan juga kadang turun. Resiko lain adalah emas rawan dicuri. Walaupun memiliki resiko tetapi emas dapat dijadikan investasi karena nilai jualnya yang tinggi.
3. Investasi Deposito
Deposito merupakan tabungan di bank yang memiliki suku bunga tinggi. Resiko investasi deposito sangatlah kecil karena adanya Lembaga Penjamin Simpanan yang telah menjamin keamanan tabungan di bank. Hanya saja investasi deposito yang berjangka membuat uang yang tidak dapat diambil sewaktu-waktu, karena harus mengikuti tempo yang ditetapkan. Investasi ini sangat bagus bagi seseorang yang memiliki modal yang besar sehingga dalam jangka waktu tertentu dapat diambil bunga dari modal yang telah ditabung.   
4.  Investasi Saham
Investasi saham menyangkut masalah permodalan yang biasanya dilakukan di pasar modal. Saham biasanya diterbitkan oleh perusahaan yang membutuhkan modal, sehingga seseorang yang membeli saham suatu perusahaan memiliki kepemilikan atas perusahaan tersebut sebesar persentase dari saham yang telah dibeli atas perusahaan tersebut.

Beberapa penjelasan di atas merupakan investasi yang lumrah dilakukan oleh masyarakat. Kemudian timbul pertanyaan, apakah kegunaan dari investasi itu sendiri? Berikut beberapa kegunaan dari investasi.
1.      Tabungan Masa Depan
Karena nilainya yang selalu bertambah pada periode-periode di masa mendatang, maka investasi sangatlah berguna sebagai jaminan aset masa depan. Oleh sebab itu kebanyakan orang melakukan investasi sebagai penjamin kesejahteraan hidup di masa mendatang dan juga sebagai warisan kesejahteraan untuk keluarga atau dengan istilah lain yang biasa orang kenal sebagai warisan.
2.      Cadangan Aset
Apabila seseorang mengalami masa-masa tidak produktif maka investasi merupakan kunci agar seseorang tetap dapat menjaga kelangsungan hidup. Hal ini karena investasi merupakan cadangan aset yang digunakan pada saat yang tak terduga. Dengan kata lain investasi merupakan penyanggah apabila seseorang dalam periode kritis produktifitas.
3.      Penghasilan
Investasi juga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan. Sebagai contoh apabila seseorang berinvestasi deposito, maka setiap periode tertentu akan mendapatkan bunga dari modal yang telah ditabung.
Dari beberapa penjelasan tersebut kita mempelajari apa itu investasi serta manfaatnya. Perlu diperhatikan apabila kita melakukan investasi sebaiknya berinvestasilah di banyak sektor. Hal ini karena investasi juga ada resikonya. Apabila di sektor yang satu mengalami kegagalan atau mengalami resiko, tentu masih ada sektor lain yang dapat menutupi, sehingga meminimalisasi kerugian. Semakin banyak dan semakin besar modal investasi yang dilakukan maka akan semakin besar juga keuntungan yang didapat, serta semakin tinggi pula resiko yang ada dan hal ini juga berlaku sebaliknya apabila semakin kecil modal investasi semakin kecil pula keuntungan serta resiko yang ada.

DOWNLOAD TO PDF
Pemanfaatan IT (Information Technology) Dalam Bisnis

            Di era globalisasi IT memiliki peranan penting dalam kehidupan umat manusia. Oleh sebab itu pemanfaatan IT banyak digunakan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah dalam bidang bisnis. Tidak dipungkiri lagi bahwa IT memiliki kontribusi besar dalam transaksi bisnis. Hal ini disebabkan karena prosesnya yang mudah dan lebih efisien.
Manfaat Penggunaan IT dalam Bisnis
1.      Lebih Mudah dan Efisien
Penggunaan IT memudahkan setiap orang dalam mengakses informasi setiap barang. Sehingga setiap orang tidak perlu pergi ke pasar guna membeli suatu barang.Transaksi yang dilakukan pun cukup mudah karena dengan IT konsumen cukup mengaksesnya kemudian memesannya dan pembayaranpun cukup dengan sistem transfer. Hal itu cukup mudah dan efisien. Karena tidak membutuhkan banyak tenaga dan biaya serta dilakukan dengan cepat dan efisien.
2.      Memiliki Jaringan yang Luas
Cakupan IT yang luas pada era globalisasi dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam pemasaran suatu bisnis. Teknologi yang maju serta kebutuhan akan informasi pada era globalisasi ini membuat pangsa pasar juga besar. Sehingga jaringan yang luas menciptakan pangsa pasar yang besar. Hal ini merupakan keuntungan bagi para pelaku bisnis.
Penggunaan IT tidak hanya memiliki manfaat untuk para pelaku bisnis, juga memiliki beberapa resiko. Berikut beberapa resiko yang ditimbulkan dari pemanfaatan IT.
1.       Penipuan
Transaksi yang mudah serta jaringan yang luas tidak hanya dimanfaatkan oleh pelaku bisnis semata, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Penipuan terjadi biasanya dengan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataannya, sehingga konsumen yang dirugikan. Kemudian ada juga penipuan yang dilakukan di pasar online. Kerena barang yang diperdagangkan di dunia maya juga merupakan barang maya alias barang yang tidak ada. Sehingga setelah konsumen mentransfer sejumlah uang, barang yang dibeli tidak ada.
Penipuan yang juga berbasis IT dapat dihindari dengan cara berhati-hati dalam bertransaksi. Jangan mudah percaya akan penawaran-penawaran yang menggiurkan yang belum teruji kebenarannya. Dan bertransaksilah dengan pedagang yang memiliki kredibilitas atau terpercaya.
2.      Persaingan yang Luas
Jaringan yang luas yang mengglobalisasi dalam penggunaan IT membuat persaingan juga luas. Kemudahan penggunaan IT dapat dilakukan semua orang termasuk para pelaku bisnis yang banyak sekali memanfaatkannya. Persaingan yang luas merupakan resiko sekaligus tantangan bagi para pelaku bisnis. Semakin memiliki kredibilitas serta memiliki jaringan yang luas maka pelaku bisnis tidak perlu khawatir akan persaingan yang luas. Tetapi lain halnya apabila pelaku bisnis tidak memiliki kredibilitas, maka akan susah diterima oleh para konsumen mengingat banyaknya juga penipuan yang berbasis IT.
Para pelaku bisnis selalu mencari cara guna memasarkan sesuatu barang yang ditawarkannya. Salah satunya memanfaatkan IT yang sudah lumrah di era globalisasi ini. Penggunaan IT yang mudah dan mengglobal juga memiliki resiko dan tantangan yang cukup berat. Sehingga tergantung para pelaku bisnis apakah dapat menghadapi resiko dan tantangan yang berat dalam kemudahan IT dalam persaingan yang luas.
DOWNLOAD TO PDF
Leader Atau Pemimpin


            Pemimpin adalah orang yang memiliki wewenang utama sebagai pengambil keputusan. Pemimpin yang baik bukan hanya pemimpin dapat mengambil keputusan secara cepat, melainkan dapat mengambil keputusan berdasarkan keyakinannya. Artinya apabila suatu pemimpin mengambil keputusan secara cepat mungkin kurang maksimal, tetapi apabila seorang pemimpin mengambil keputusan dengan cepat karena dia yakin akan keputusan yang diambilnya, maka itulah pemimpin yang memiliki mentalitas sebagai seorang pemimpin. Karena seorang pemimpin adalah ujung tombak dari bawahannya. Dia yang mengambil keputusan, dia pula yang pertama akan menerima dampak dari hasil keputusannya baik keputusannya tepat atau tidak tepat. Beberapa tugas seorang pemimpin dapat dijabarkan sebagai berikut.
1.      Sebagai Pengambil Keputusan
Sangat jelas seorang pemimpin adalah orang yang mengambil keputusan akhir. Walaupun berbagai macam masukan atau perbedaan pendapat antar beberapa orang dalam suatu organisasi, tetap yang memiliki wewenang dalam memberikan keputusan akhir adalah seorang pemimpin. Baik keputusan yang dibuatnya tepat atau tidak tepat. Karena dialah yang akan bertanggung jawab atas semua keputusan yang dibuatnya.
2.      Mengatur Roda Kehidupan Organisasi yang Dipimpinnya
Seorang pemimpin harus mengatur serta memberi arahan kepada setiap anggotanya agar tidak terjadi kesalahan koordinasi dalam pelaksanaan tugas. Apabila tugas dan wewenang yang diberikan oleh seorang pemimpin tepat, maka pekerjaan akan berjalan lebih efisien.
3.      Melindungi Organisasi yang Dipimpinnya
Setiap pemimpin adalah nahkoda dari suatu organisasi. Oleh karenanya, dialah yang wajib menjaga organisasi agar tidak tenggelam. Karena setiap pemimpin merupakan kunci bagi semua bawahannya. Apabila suatu organisasi dalam keadaan terancam maka dialah yang harus melindungi dan berada dibaris terdepan dalam melindungi organisasi. Karena satu organisasi mencakup orang banyak yang ada di dalamnya dan seorang pemimpin yang harus melindunginya demi semua anggota-anggotanya.
4.      Menjaga Kesejahteraan Bawahannya
Tidak ada organisasi tanpa adanya anggota di dalamnya. Dan tidak ada pemimpin tanpa adanya orang yang dipimpinnya. Oleh karena itu, anggota-anggota organisasi sangatlah penting dalam organisasi. Cara agar anggota tetap ada adalah mensejahterakannya. Mensejahterakannya merupakan sebuah balas budi karena keberadaanya merupakan faktor yang paling penting dalam kehidupan suatu organisasi.
Beberapa penjelasan di atas merupakan tugas seorang pemimpin. Seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya harus memiliki karakteristik-karakteristik yang membuatnya layak menjadi seorang pemimpin. Berikut ini beberapa penjelasan apa saja yang harus dimiliki seorang pemimpin.
1.        Mentalitas
Seorang pemimpin harusnya sudah memilki mentalitas sebagai pemimpin. Hal ini karena pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar atas semua yang dipimpinnya. Sehingga apabila mental yang dimilikinya buruk, maka akan berdampak pada semua yang dipimpinnya. Dan roda kehidupan organisasi tidak berjalan dengan baik.
2.        Tegas
Pemimpin itu harus memiliki ketegasan khususnya dalam mengambil keputusan. Hal ini karena setiap pemimpin dalam mengambil keputusan pasti ada yang sependapat atau tidak. Dan ketegasan seorang pemimpin yang menjadi keputusan akhir sehingga keputusan yang diambilnya mutlak dan harus diikuti oleh setiap anggotanya. Apabila seorang pemimpin tidak memiliki ketegasan maka dapat menimbulkan perselisihan. Oleh sebab itu ketegasan harus dimiliki seorang pemimpin.
3.        Wawasan Luas
Seorang pemimpin harus memiliki wawasan yang luas. Hal ini sebagai penunjang dalam mencari ide-ide dan gagasan-gagasan bagus serta rencana masa depan. Dalam mencari ide-ide serta gagasan-gagasan yang bagus guna menunjang dalam merencanakan sesuatu di masa depan yang dibutuhkan adalah wawasan yang luas. Strategi yang bagus dalam merencanakan sesuatu guna mencapai tujuan organisasi dapat diperoleh dari wawasan yang dimiliki seorang pemimpin. Wawasan yang luas juga merupakan faktor penting dalam mengambil keputusan. Hal ini karena dengan wawasan yang luas seorang pemimpin dapat membedakan mana yang baik dan buruk serta yang benar dan salah.
Demikian beberapa penjelasan mengenai seorang pemimpin. Kesimpulannya, pemimpin yang utama adalah memiliki mentalitas atau siap memimpin. Karena seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar. Apabila seorang pemimpin tidak siap menjadi pemimpin maka akan berdampak pada organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin harus siap menjalankan semua tugas dan wewenangnya sebagai seorang pemimpin. Bahkan dia berada di barisan depan apabila terjadi sesuatu dengan organisasi yang dipimpinnya. Jadi, karena tugas seorang pemimpin yang berat maka suatu organisasi harus dipimpin oleh orang yang tepat.

DOWNLOAD TO PDF