Tips Mudah Mengatur Anggaran Belanja Sehari-hari


Berhemat merupakan perilaku mudah tetapi sulit diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penyebabnya karena keinginan setiap individu yang selalu tidak puas dan mudah tergiur apabila memiliki uang. Sebelum membahas lebih lanjut, perlu dipahami terlebih dahulu penyebab kenapa seseorang sering berperilaku boros.
1.      Penghasilan yang Tinggi
Bagi seseorang yang memiliki penghasilan tinggi kemungkinan cenderung akan menghambur-hamburkan penghasilannya atau lebih boros dari seseorang yang berpenghasilan rendah. Hal ini disebabkan karena orang yang berpenghasilan tinggi cenderung tidak khawatir kehabisan uang dan justru menganggap sayang apabila uang yang ada tidak digunakan. Coba bandingkan dengan yang berpenghasilan rendah, pasti akan selalu menjaga anggaran karena khawatir uang yang ada akan cepat habis.
2.      Pergaulan
Orang yang bergaul dengan seseorang yang memiliki sifat boros memiliki kecenderungan juga akan memiliki sifat yang sama. Jadi jagalah pergaulan secara sehat tanpa menghambur-hamburkan uang.
3.      Gaya Hidup
Perilaku boros sering terjadi pada orang yang bergaya hidup mewah. Gaya hidup merupakan kebiasaan seseorang sehari-hari. Biasanya gaya hidup mewah dilakukan oleh kalangan menengah ke atas. Hal yang paling diperhatikan adalah penampilan. Hal ini terjadi karena sifat alamiah seseorang yang ingin tampil sempurna dengan berpedoman mengikuti jaman. Gaya hidup mewah tidak baik karena dapat menghambur-hamburkan uang. Berbahaya apabila yang melakukan gaya hidup mewah adalah orang dengan penghasilan rendah  yang ingin keliahatan elegan tanpa memikirkan uang yang dimiliki.
4.      Uang Bukan dari Penghasilan Sendiri
Seseorang yang memiliki uang tetapi yang bukan penghasilan sendiri juga cenderung boros. Hal ini karena apabila seseorang yang berpenghasilan sendiri lebih cenderung berfikir akan susahnya mencari uang dibanding dengan yang memiliki uang tapi bukan penghasilan sendiri atau dengan kata lain merupakan pemberian. Hal ini biasanya terjadi pada pelajar atau mahasiswa yang belum bekerja tetapi memiliki penghasilan dari pemberian orangtua.
Beberapa contoh beserta penjelasan di atas sangat lumrah terjadi. Sehingga perlu adanya solusi bagaimana mengatur anggaran agar tidak boros. Pepatah mengatakan hemat itu pangkal kaya. Banyak orang yang berpikir perilaku hemat merupakan perilaku orang miskin. Tetapi kenapa orang kaya kebanyakan tidak bisa melakukannya? Hal itu terjadi karena kecenderungan orang yang tidak dapat menggunakan uang secara benar atau tidak bisa mengatur pengeluaran sehari-hari. Orang yang pintar dalam menggunakan uang akan menggunakannya secara tepat sasran sesuai dengan kebutuhannya sehingga tidak dihambur-hamburkan begitu saja walaupun orang tersebut kaya. Oleh karena itu walau seseorang tersebut kaya apabila dia cerdas dalam mengatur keuangan maka dia tidak akan menghambur-hamburkan uang begitu saja. Sehingga penghasilan yang didapat bisa ditabung sebagai aset atau lain sebagainya guna digunakan untuk keperluan yang mendesak.
Tips berikut ini sedikit banyak bisa membantu untuk anda yang berpanghasilan tinggi, orang kaya, orang sederhana ataupun orang yang memiliki penghasilan pas-pasan yang ingin berhemat dan mengatur keuangannya secara benar. Apa yang harus dilakukan? Simak beberapa poin berikut ini,
1.      Membuat Daftar Susunan Anggaran untuk Harian, Mingguan atau Bulanan.
Agar penggunaan uang tepat sasaran maka diperlukan susunan anggaran sebagai perencanaan pengeluaran untuk harian, mingguan atau bulanan. Karena fungsinya agar pengeluaran tepat sasaran, maka penggunaan uang akan lebih terkontrol. Lebih mudah daftar susunan anggaran dibuat harian, mingguan atau bulanan.
Contoh: Apabila kita menganggarkan tiap hari Rp 50.000 maka tiap harinya kita membelanjakan uang tidak boleh lebih dari segitu. Berarti sebulan anggaran yang akan dikeluarkan Rp 1.500.000.
Nominal tersebut harus sesuai dengan perhitungan atau perkiraan yang matang agar pas digunakan dan tidak kurang. Apabila ada kebutuhan yang mendesak maka boleh kita mengeluarkan uang lebih dari Rp 50.000 dengan beberapa cara menyiasati agar anggaran tidak melebihi anggaran bulanan.
Contoh: Anggaran yang ditetapkan perharinya tadi Rp 50.000. Karena ada pengeluaran yang tak terduga pada hari X anggaran tak terduga yang dibutuhkan Rp 10.000 sehingga pada hari X anggaran menjadi Rp 60.000. Bagaimana menyiasatinya? Caranya adalah dengan memotong anggaran dihari-hari berikutnya. Bisa langsung diganti penuh sehingga di hari berikutnya anggaran menjadi Rp 40.000 atau Diangsur Rp 1000 selama sepuluh hari.
2.      Memisahkan Antara Pengeluaran dalam Anggaran dengan Tabungan.
Tips selanjutnya adalah memisahkan antara anggaran dengan tabungan. Sebagaimana contoh pada poin pertama tadi, apabila anggaran perharinya tadi Rp 50.000 berarti sebulannya uang yang ada disaku hanya Rp 1.500.000 dan selebihnya adalah tabungan yang jangan sampai digunakan tidak sesuai anggaran yang direncanakan tadi kecuali apabila ada kebutuhan yang tak terduga atau benar-benar mendesak.
Dalam memisahkan anggaran dengan tabungan bisa juga dengan cara membuat dua rekening sehingga lebih aman. Juga bisa disesuaikan dengan keinginan apakah anggaran tadi disimpan dalam rekening atau disimpan secara tunai. Tetapi agar lebih aman sebaiknya disimpan dalam rekening  demi keamanan dan juga menjauhkan dari naluri manusia yang mudah tergiur apabila ada uang tunai nganggur di dompet.
3.      Dapat Menahan Diri atau Tidak Mudah Tergiur
Walaupun perencanaan anggaran dibuat dengan matang dan sistematis tetapi apabila sifat boros dan mudah tergiur akan sesuatu yang dapat menguras penghasilan kita maka akan sia-sia saja perencanaan anggaran yang telah dibuat. Hal ini sudah menyangkut kesadaran personal masing-masing individu. Sehingga alangkah baiknya apabila lebih dapat menahan diri. Perlu diingat yaitu tanamkan perilaku hemat pada diri kita guna menjaga dari boros karena perilaku boros adalah perilaku tidak baik.
Demikian beberapa tips agar dapat mengatur anggaran sehari-hari agar tidak boros. Perlu diingat perilaku hemat yang dilakukan jangan sampai membuat kita menjadi pelit atau kikir. Karena hemat dan pelit atau kikir itu berbeda begitu halnya dengan boros dan dermawan juga berbeda. Hemat adalah perilaku bijak dalam menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan sedangkan pelit adalah perilaku tidak mau berbagi dengan orang lain walau kita memiliki kemampuan untuk berbagi. Kemudian boros sendiri adalah perilaku menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan atau cenderung tidak berguna, sedangkan dermawan adalah kebalikan dari pelit yaitu sifat yang suka berbagi apa yang dimiliki dengan orang lain yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sehingga tidak akan merugi.
Perlu diingat kembali bahwa perilaku hemat yang dilakukan jangan sampai membuat kita menjadi pelit karena hemat di dunia untuk tabungan dunia sedangkan perilaku dermawan sebagai tabungan amal kita kelak di akherat. Uang didapat dengan susah yaitu melalui suatu pengorbanan, bisa dari hasil kerja keras dan lain sebagainya. Sehingga sangatlah tidak bijak apabila dihamburkan begitu saja. Maka jadilah manusia yang bijak dalam mengatur keuangan sehingga tidak hidup dalam keborosan.

DOWNLOAD TO PDF