ALVIN ARIFIN
Search for:
Pemanfaatan IT (Information Technology) Dalam Bisnis

            Di era globalisasi IT memiliki peranan penting dalam kehidupan umat manusia. Oleh sebab itu pemanfaatan IT banyak digunakan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah dalam bidang bisnis. Tidak dipungkiri lagi bahwa IT memiliki kontribusi besar dalam transaksi bisnis. Hal ini disebabkan karena prosesnya yang mudah dan lebih efisien.
Manfaat Penggunaan IT dalam Bisnis
1.      Lebih Mudah dan Efisien
Penggunaan IT memudahkan setiap orang dalam mengakses informasi setiap barang. Sehingga setiap orang tidak perlu pergi ke pasar guna membeli suatu barang.Transaksi yang dilakukan pun cukup mudah karena dengan IT konsumen cukup mengaksesnya kemudian memesannya dan pembayaranpun cukup dengan sistem transfer. Hal itu cukup mudah dan efisien. Karena tidak membutuhkan banyak tenaga dan biaya serta dilakukan dengan cepat dan efisien.
2.      Memiliki Jaringan yang Luas
Cakupan IT yang luas pada era globalisasi dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam pemasaran suatu bisnis. Teknologi yang maju serta kebutuhan akan informasi pada era globalisasi ini membuat pangsa pasar juga besar. Sehingga jaringan yang luas menciptakan pangsa pasar yang besar. Hal ini merupakan keuntungan bagi para pelaku bisnis.
Penggunaan IT tidak hanya memiliki manfaat untuk para pelaku bisnis, juga memiliki beberapa resiko. Berikut beberapa resiko yang ditimbulkan dari pemanfaatan IT.
1.       Penipuan
Transaksi yang mudah serta jaringan yang luas tidak hanya dimanfaatkan oleh pelaku bisnis semata, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Penipuan terjadi biasanya dengan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataannya, sehingga konsumen yang dirugikan. Kemudian ada juga penipuan yang dilakukan di pasar online. Kerena barang yang diperdagangkan di dunia maya juga merupakan barang maya alias barang yang tidak ada. Sehingga setelah konsumen mentransfer sejumlah uang, barang yang dibeli tidak ada.
Penipuan yang juga berbasis IT dapat dihindari dengan cara berhati-hati dalam bertransaksi. Jangan mudah percaya akan penawaran-penawaran yang menggiurkan yang belum teruji kebenarannya. Dan bertransaksilah dengan pedagang yang memiliki kredibilitas atau terpercaya.
2.      Persaingan yang Luas
Jaringan yang luas yang mengglobalisasi dalam penggunaan IT membuat persaingan juga luas. Kemudahan penggunaan IT dapat dilakukan semua orang termasuk para pelaku bisnis yang banyak sekali memanfaatkannya. Persaingan yang luas merupakan resiko sekaligus tantangan bagi para pelaku bisnis. Semakin memiliki kredibilitas serta memiliki jaringan yang luas maka pelaku bisnis tidak perlu khawatir akan persaingan yang luas. Tetapi lain halnya apabila pelaku bisnis tidak memiliki kredibilitas, maka akan susah diterima oleh para konsumen mengingat banyaknya juga penipuan yang berbasis IT.
Para pelaku bisnis selalu mencari cara guna memasarkan sesuatu barang yang ditawarkannya. Salah satunya memanfaatkan IT yang sudah lumrah di era globalisasi ini. Penggunaan IT yang mudah dan mengglobal juga memiliki resiko dan tantangan yang cukup berat. Sehingga tergantung para pelaku bisnis apakah dapat menghadapi resiko dan tantangan yang berat dalam kemudahan IT dalam persaingan yang luas.
DOWNLOAD TO PDF
Etika Dalam Bisnis

Persaingan yang sehat dalam berbisnis adalah persaingan yang menjaga etika. Apabila bisnis dilakukan dengan mengabaikan etika maka akan terjadi persaingan yang tidak sehat, sehingga dapat merugikan para pesaing bahkan para konsumen. Bisnis yang baik adalah bisnis yang senantiasa selalu menjaga kepuasan konsumennya. Kuncinya adalah memegang teguh etika dalam berbisnis.
Perlukah Etika Dalam Bisnis?
Etika bisnis sangat diperlukan sebagai pegangan dalam berbisnis. Apabila bisnis melakukan pelanggaran etika, maka dapat menjadi bumerang bagi bisnis itu sendiri. Hal ini disebabkan karena para konsumenlah yang akan dirugikan. Apabila suatu bisnis telah kehilangan konsumennya maka bisnis tersebut akan mati. Etika juga diperlukan untuk menjaga persaingan bisnis yang sehat. 
Etika Guna Membangun Persaingan Bisnis yang Sehat
Distributor, pasar atau sejenisnya menjual beragam jenis barang guna mencukupi kebutuhan konsumen yang beragam. Apabila distributor, pasar atau sejenisnya hanya menjual satu jenis barang yang sama maka tidak ada persaingan produk disitu. Hal ini karena hanya segelintir orang yang akan membeli mengingat tidak semua konsumen membutuhkan barang yang ditawarkan tersebut. Sebaliknya apabila pasar menjual barang beragam, berbagai kebutuhan yang dibutuhkan konsumen, maka akan banyak konsumen yang datang dengan bermacam-macam kebutuhan dan kepentingan.
Contoh:
Mini market atau swalayan menjual beragam jenis barang sejenis berbeda merk agar konsumen dapat memilih dan membandingkan produk yang terbaik. Apabila produk yang ditawarkan sama maka akan membuat konsumen bosan, dan juga ada konsumen yang cocok dengan dengan satu merk dan juga ada yang cocok dengan merk yang lain.
Hal yang perlu diingat produsen adalah persaingan sehat merupakan koreksi atas suatu produk. Produsen tidak akan mengetahui kekurangan atau kelebihan produknya apabila tidak ada pesaing. Sehingga dari pesainglah kemudian diketahui kekurangan serta kelebihan dari suatu produk yang ditawarkan.
Contoh:
Barang yang ditawarkan PT. X lebih laris dari PT. Y. Dari situ kemudian PT. Y dapat membandingkan mengapa barang yang ditawarkan PT. X lebih laris. Setelah di teliti ternya barang PT. X lebih murah dibanding PT. Y.
Dari contoh di atas jelas persaingan bisnis yang sehat sebagai koreksi suatu produk. Sehingga dari pesaing tersebutlah kelebihan dan kekurangan suatu produk dapat diketahui. Sehingga jelas persaingan yang sehat itu sangatlah penting. Menjaga etika berbisnis akan menciptakan persaingan yang sehat seperti gambar dibawah ini:
Dari gambar di atas jelas digambarkan bahwa persaingan harus menjaga batasan-batasan yang ditetapkan guna menjaga persaingan yang sehat. Apabila telah melewati batasan atau ketentuan hukum yang ada maka perbuatan tersebut merupakan pelanggaran etika.
Contoh:
Produsen X menjual barang lebih murah dari Produsen Y. Hal tersbut masih terlihat wajar dalam persaingan mendapatkan konsumen. Tetapi akan terjadi persaingan tidak sehat apablia Produsen X menjual barang lebih murah dengan menekan biaya produksi dengan cara mencampurkan dengan bahan berbahaya sehingga harganya lebih murah.
Jadi kesimpulannya adalah berbisnislah dengan sehat. Apa berbisnis yang sehat itu? Yaitu berbisnis menggunakan etika.
DOWNLOAD TO PDF