Mati COVID atau Mati Lapar?

Pandemi COVID-19 membuat segala tatanan kehidupan manusia berubah drastis. Segala aktivitas dibatasi, menimbulkan dampak tidak menyenangkan bagi kehidupan masyarakat. Pembatasan aktivitas ini berakibat pada pertumbuhan ekonomi melambat, sirkulasi bisnis juga tersendat.  Hal ini perlu adanya jalan keluar yang memberikan solusi yang pragmatis, bukan malah menambah masalah. Permasalahan kali ini menimbulkan stigma yang paradoks yaitu “mati karena COVID atau mati karena kelaparan”. Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan bulanan mungkin hal ini bukan menjadi masalah yang serius. Tetapi, untuk masyarakat yang memiliki penghasilan harian, misal dari hasil berwirausaha dan sebagainya, hal ini menjadi masalah serius.

Bekerja dari rumah (work from home) mungkin menjadi solusi untuk menekan penyebaran COVID-19, tapi tidak menjadi solusi menghentikannya. Tetapi hal ini mungkin berlaku hanya untuk para pegawai ataupun karyawan yang memiliki penghasilan tetap. Bagi masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap, hal ini menjadi sesuatu yang dilematis. Rata-rata bagi mereka yang tingkat perekonomiannya menengah ke bawah hal ini merupakan “bencana”. Tidak mungkin petani mengairi sawahnya dari rumah, dan tak mungkin pula pemandu wisata memandu tempat wisata dikala tidak ada yang berwisata.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah pernah dijalankan oleh masyarakat. Hal ini mungkin menjadi cara yang dilakukan pemerintah selain gencarnya vaksinasi yang di lakukan pemerintah. Vaksinasi yang belum merata akibat ketersediaan vaksin yang masih datang bertahap, membuat pembatasan aktivitas masyarakat menjadi cara yang digunakan dalam menekan penyebaran pandemi ini. Apabila vaksinasi sudah merata, disertai dengan terciptanya kekebalan komunal, maka kehidupan masyarakat sedikit banyak akan kembali seperti semula.

Diperlukan kesabaran masyarakat dengan selalu menjaga protokol kesehatan agar secepat mungkin kembali ke kehidupan semula. Berpikirlah positif karena terjadinya pandemi ini tentunya tidak ada yang menginginkannya. Yakinlah bahwasanya Tuhan Allah SWT beserta orang-orang yang sabar. Semoga Allah SWT Merahmati dan Menjaga kita semua dan pandemi ini segera berakhir. Aamiin