Etika Dalam Bisnis

Persaingan yang sehat dalam berbisnis adalah persaingan yang menjaga etika. Apabila bisnis dilakukan dengan mengabaikan etika maka akan terjadi persaingan yang tidak sehat, sehingga dapat merugikan para pesaing bahkan para konsumen. Bisnis yang baik adalah bisnis yang senantiasa selalu menjaga kepuasan konsumennya. Kuncinya adalah memegang teguh etika dalam berbisnis.
Perlukah Etika Dalam Bisnis?
Etika bisnis sangat diperlukan sebagai pegangan dalam berbisnis. Apabila bisnis melakukan pelanggaran etika, maka dapat menjadi bumerang bagi bisnis itu sendiri. Hal ini disebabkan karena para konsumenlah yang akan dirugikan. Apabila suatu bisnis telah kehilangan konsumennya maka bisnis tersebut akan mati. Etika juga diperlukan untuk menjaga persaingan bisnis yang sehat. 
Etika Guna Membangun Persaingan Bisnis yang Sehat
Distributor, pasar atau sejenisnya menjual beragam jenis barang guna mencukupi kebutuhan konsumen yang beragam. Apabila distributor, pasar atau sejenisnya hanya menjual satu jenis barang yang sama maka tidak ada persaingan produk disitu. Hal ini karena hanya segelintir orang yang akan membeli mengingat tidak semua konsumen membutuhkan barang yang ditawarkan tersebut. Sebaliknya apabila pasar menjual barang beragam, berbagai kebutuhan yang dibutuhkan konsumen, maka akan banyak konsumen yang datang dengan bermacam-macam kebutuhan dan kepentingan.
Contoh:
Mini market atau swalayan menjual beragam jenis barang sejenis berbeda merk agar konsumen dapat memilih dan membandingkan produk yang terbaik. Apabila produk yang ditawarkan sama maka akan membuat konsumen bosan, dan juga ada konsumen yang cocok dengan dengan satu merk dan juga ada yang cocok dengan merk yang lain.
Hal yang perlu diingat produsen adalah persaingan sehat merupakan koreksi atas suatu produk. Produsen tidak akan mengetahui kekurangan atau kelebihan produknya apabila tidak ada pesaing. Sehingga dari pesainglah kemudian diketahui kekurangan serta kelebihan dari suatu produk yang ditawarkan.
Contoh:
Barang yang ditawarkan PT. X lebih laris dari PT. Y. Dari situ kemudian PT. Y dapat membandingkan mengapa barang yang ditawarkan PT. X lebih laris. Setelah di teliti ternya barang PT. X lebih murah dibanding PT. Y.
Dari contoh di atas jelas persaingan bisnis yang sehat sebagai koreksi suatu produk. Sehingga dari pesaing tersebutlah kelebihan dan kekurangan suatu produk dapat diketahui. Sehingga jelas persaingan yang sehat itu sangatlah penting. Menjaga etika berbisnis akan menciptakan persaingan yang sehat seperti gambar dibawah ini:
Dari gambar di atas jelas digambarkan bahwa persaingan harus menjaga batasan-batasan yang ditetapkan guna menjaga persaingan yang sehat. Apabila telah melewati batasan atau ketentuan hukum yang ada maka perbuatan tersebut merupakan pelanggaran etika.
Contoh:
Produsen X menjual barang lebih murah dari Produsen Y. Hal tersbut masih terlihat wajar dalam persaingan mendapatkan konsumen. Tetapi akan terjadi persaingan tidak sehat apablia Produsen X menjual barang lebih murah dengan menekan biaya produksi dengan cara mencampurkan dengan bahan berbahaya sehingga harganya lebih murah.
Jadi kesimpulannya adalah berbisnislah dengan sehat. Apa berbisnis yang sehat itu? Yaitu berbisnis menggunakan etika.

DOWNLOAD TO PDF