Investasi


Investasi merupakan tabungan yang nilainya akan atau diharapkan bertambah di masa depan. Investasi biasanya digunakan seseorang sebagai aset untuk masa depan. Investasi juga digunakan sebagai cadangan dana apabila seseorang membutuhkan dana yang tak terduga. Beberapa contoh investasi yang biasanya sering dilakukan seseorang adalah sebagai berikut.

1. Investasi Tanah
Tanah merupakan benda tak bergerak yang nilainya terus bertambah setiap waktunya. Investasi tanah memiliki resiko yang sangat kecil, hal ini karena tanah merupakan benda tidak bergerak yang tidak mungkin untuk dicuri. Karena nilainya yang setiap waktunya terus naik maka investasi tanah cocok digunakan sebagai tabungan aset di masa depan.
2. Investasi Emas
Emas merupakan logam yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Emas biasanya digunakan sebagai perhiasan. Walaupun tak sekonsisten tanah, karena harganya yang tak stabil bisa naik atau turun sesuai harga pasar global tetapi emas juga dapat dijadikan aset untuk masa depan. Resiko dari investasi ini seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah harganya yang tidak konsisten, kadang naik dan juga kadang turun. Resiko lain adalah emas rawan dicuri. Walaupun memiliki resiko tetapi emas dapat dijadikan investasi karena nilai jualnya yang tinggi.
3. Investasi Deposito
Deposito merupakan tabungan di bank yang memiliki suku bunga tinggi. Resiko investasi deposito sangatlah kecil karena adanya Lembaga Penjamin Simpanan yang telah menjamin keamanan tabungan di bank. Hanya saja investasi deposito yang berjangka membuat uang yang tidak dapat diambil sewaktu-waktu, karena harus mengikuti tempo yang ditetapkan. Investasi ini sangat bagus bagi seseorang yang memiliki modal yang besar sehingga dalam jangka waktu tertentu dapat diambil bunga dari modal yang telah ditabung.   
4.  Investasi Saham
Investasi saham menyangkut masalah permodalan yang biasanya dilakukan di pasar modal. Saham biasanya diterbitkan oleh perusahaan yang membutuhkan modal, sehingga seseorang yang membeli saham suatu perusahaan memiliki kepemilikan atas perusahaan tersebut sebesar persentase dari saham yang telah dibeli atas perusahaan tersebut.

Beberapa penjelasan di atas merupakan investasi yang lumrah dilakukan oleh masyarakat. Kemudian timbul pertanyaan, apakah kegunaan dari investasi itu sendiri? Berikut beberapa kegunaan dari investasi.
1.      Tabungan Masa Depan
Karena nilainya yang selalu bertambah pada periode-periode di masa mendatang, maka investasi sangatlah berguna sebagai jaminan aset masa depan. Oleh sebab itu kebanyakan orang melakukan investasi sebagai penjamin kesejahteraan hidup di masa mendatang dan juga sebagai warisan kesejahteraan untuk keluarga atau dengan istilah lain yang biasa orang kenal sebagai warisan.
2.      Cadangan Aset
Apabila seseorang mengalami masa-masa tidak produktif maka investasi merupakan kunci agar seseorang tetap dapat menjaga kelangsungan hidup. Hal ini karena investasi merupakan cadangan aset yang digunakan pada saat yang tak terduga. Dengan kata lain investasi merupakan penyanggah apabila seseorang dalam periode kritis produktifitas.
3.      Penghasilan
Investasi juga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan. Sebagai contoh apabila seseorang berinvestasi deposito, maka setiap periode tertentu akan mendapatkan bunga dari modal yang telah ditabung.
Dari beberapa penjelasan tersebut kita mempelajari apa itu investasi serta manfaatnya. Perlu diperhatikan apabila kita melakukan investasi sebaiknya berinvestasilah di banyak sektor. Hal ini karena investasi juga ada resikonya. Apabila di sektor yang satu mengalami kegagalan atau mengalami resiko, tentu masih ada sektor lain yang dapat menutupi, sehingga meminimalisasi kerugian. Semakin banyak dan semakin besar modal investasi yang dilakukan maka akan semakin besar juga keuntungan yang didapat, serta semakin tinggi pula resiko yang ada dan hal ini juga berlaku sebaliknya apabila semakin kecil modal investasi semakin kecil pula keuntungan serta resiko yang ada.

DOWNLOAD TO PDF