Ilmu Sebagai Pondasi Sumber Daya Manusia yang Berkualitas
Fenomena yang terjadi di Indonesia dimana orang bekerja tidak pada bidangnya. Akibatnya sumber daya manusia yang banyak tidak dapat mendorong kualitas suatu pekerjaan. Sumber daya manusia yang ada hanya di manfaatkan tenaga tapi tidak dengan pemikirannya. Walaupun terkadang ada beberapa pemikiran yang dapat diterima, tetapi tidak akan semaksimal dengan para ahli dibidangnya. Fenomena-fenomena ini banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan atau perkantoran yang hanya berorientasi seadanya tanpa berfikir konsistensi pekerjaan itu sendiri di masa depan.
Ilmu yang dimiliki seseorang akan bermanfaat apabila diaplikasikan pada bidangnya. Sehingga ilmu yang dimiliki diaplikasikan dengan tepat sasaran.
Pada gambar diatas dijelaskan orang yang bekerja sesuai dengan bidang atau ilmu yang dimiliki memiliki korelasi sehingga terjadi konsistensi dengan apa yang dikerjakan dan melaju lurus tanpa hambatan. Sedangkan orang yang bekerja tidak sesuai dengan bidang yang dimiliki cenderung akan memulai kembali dari awal. Sebagai contoh seorang teknisi yang bergelut dibidang keuangan atau perbankan pasti akan mengalami kesulitan diawal. Hal ini terjadi karena tidak adanya korelasi ilmu yang didapat dengan bidang yang digeluti.
Pentingkah Korelasi Ilmu dengan Bidang yang Digeluti?
Bagi suatu lembaga atau perusahaan yang cenderung berfikir efektifitas seorang pekerja atas suatu pekerjaan hal ini sangat penting. Alasannya, lembaga atau perusahaan yang dibangun dengan pondasi keilmuan akan lebih efektif dan memiliki resiko rendah. Apabila ilmu dikorelasikan dengan bidang yang digeluti akan lebih efektif juga karena tidak perlu memulainya dari awal dibanding yang tidak sesuai dengan bidangnya, cukup digali potensi yang terpendam di dalamnya. Tidak halnya dengan ilmu yang tidak ada korelasinya dengan bidangnya pasti masih membutuhkan waktu beradaptasi.
Apabila seorang insinyur bergelut dibidang keuangan atau perbankan, apakah lantas seorang ekonom atau akuntan melakukan pekerjaan seorang insinyur? Jawabannya hal itu bisa saja terjadi tapi dengan resiko. Resikonya adalah sumber daya manusia yang tidak berkualitas karena terjadi pergeseran tugas dan fungsi serta keahlian. Kenapa demikian? Karena tidak ada ilmu atau keahlian yang berkorelasi dengan tugas, fungsi serta keahlian yang dimiliki.

Jadi sumber daya manusia yang berkualitas merupakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan atau tugas yang ada dengan sebaik-baiknya. Kualitas pekerjaan atau tugas yang dilakukan dipengaruhi oleh kemampuan serta keahlian yang dimiliki oleh sumber daya manusia. Sehingga apabila sumber daya manusia yang tidak memiliki keahlian berarti bukan merupakan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemampuan serta keahlian di dapat dengan belajar atau menuntut ilmu. Sehingga menjadikan ilmu sebagai pondasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

DOWNLOAD TO PDF